Makassarglobal.com – Takalar – Revitalisasi pasar Bersehati adalah projek perdana oleh Pemerintah kota Manado, Walikota Manado Bpk Andre Angow dan Wawali Kota Manado Bpk Dr Richard Sualang, nampak tersendat – sendat.

Hal ini dapat terlihat di lapangan bahwa ada beberapa pekerjaan yang belum rampung di kerjakan padahal sudah 9 bulan, atas kondisi tersebut sering menimbulkan polemik bagi para pedagang dalam menjalankan usahanya padahal sesuai dengan kalender kerja proyek ini waktu pengerjaanya 134 hari terhitung dari sejak bulan Januari dan berakhir pada bulan Mei 2022.

Entah atas alasan apa pekerjaan proyek Revitalisasi Pasar Bersehati ini ” Molor ” sampai saat ini. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan ada beberapa item pekerjaan yang belum di rampungkan antara lain adalah:

  1. Pembuatan Taman
  2. Hanggar yang di peruntukan untuk lokasi pedagang ikan.

Sebagaimana tujuan utama revitalisasi pasar tradisional adalah merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi kelemahan – kelemahan yang di miliki pasar tradisional secara menyeluruh, mulai dari pembenahan lingkungan fisik hingga tata kelola pasar .

Tetapi sangat- sangat ironis apa yang terjadi di pasar Bersehati kota Manado ini. Untuk pengerjaan proyek pembangunan revitalisasi pasar Bersehati terindikasi menjadi di komersilkan , yang di antar lain adalah :

  1. Semua para pedagang wajib memiliki ijin lahan yang terhitung sejak tahun 2018 – 2023.
  2. Untuk pintu ruangan /kios di bebankan kepada para pedagang .
  3. Pencabutan undi untuk nomor-nomor lapak sebagian sudah di lakukan.
    Dan yang menjadi pertanyaan masyarakat umumnya yaitu, untuk proyek ini belum di lakukan penyerahan ?

Pelapor: Efendi dan Novel.
Narasumber: Bung Tommy Hutuba
Editor : MR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here