Makassarglobal.com – Takalar – ISBI Mendapat hibah atau hadiah tanah di lokasi desa banggae kec.mangarabombang kabupaten takalar Sulawesi-Selatan seluas 31.5 hektar dari pemerintah kabupaten takalar pada saat ulang tahun ke-62 kab.takalar yang diberikan oleh bupati takalar, Syamsari Kitta. Hal ini dinilai oleh ahli waris dari HAYA bin Jahameng, merupakan sebuah tamparan keras buat ahli waris.

pasalnya tanah seluas 31.5 hektar masih milik ahli waris yang tidak pernah diperkarakan atau berpengadilan, kok tiba-tiba dihibahkan kepada ISBI. Tentunya menimbulkan pertanyaan dan kemarahan dari ahli waris Haya bin Jahameng, karena tanah yang luas itu tidak pernah diperjual belikan atau digadaikan oleh kakek buyut mereka selalu pemilik tanah yang sah dengan bukti-bukti kepemilikan yang Sah, punya rincik dan terdaftar dikantor desa.

Namun anehnya tiba-tiba tanah ini berobah menjadi ranah negara dan disertifikatkan dengan status hak pakai dengan No. sertifikat. 0003/Banggae/2016.

“Pertanyaannya sekarang, mengapa bisa dialihkan menjadi tanah negara ??? padahal disamping kiri kanan, muka dan belakang semuanya berstatus tanah adat (rincik) tanah kami berada ditengah-tengah.inikan lucu bin ajaib, apakah karena kekuasaan pejabat, atau ulah.mafia tanah, dan yang lebih aneh lagi setelah hal ini dipertanyakan oleh ahli waris kepada pejabat terkait, kami disuruh menuntut dipengadilan untuk menggugat pemerintah daerah takalar.” Ucap Ramli Idris Salah Satu ahli waris

Lanjut “Inikan aneh sebab tanah kami sudah dirampas lalu disuruh menggugat dipengadilan, dan ini merupakan sebuah tantangan dari pemda takalar, maka sekarang ini kami telah menyiapkan team pengacara untuk membela para ahli waris yang merasa tanahnya dirampas, semoga dengan hadirnya team pengacara mampu membela kebenaran dan keadilan, oleh karena itu kami himbau kepada pihak ISBI untuk tidak membangun atau mengadakan kegiatan apapun diatas lahan (lokasi) kami apapun bentuknya
Demi menjaga jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau premanisme untuk kebaikan bersama menjaga kamtibmas ” tutup Ramli Idris

(bersambung)

editor team Makassar global. Ris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here