Makassarglobal.com – Takalar – Secara gerografis Desa punaga adalah desa yang mempunyai 5 dusun yaitu dusun koyokang, dusun punaga, dusun malelaya, dusun barugaya, dan dusun tamalabba.

Desa punaga ini diapit oleh 3 desa yaitu disebelah selatan ada desa laikang,disebelah utara ada desa cikoang dan disebelah timur ada desa pattopakang disebelah barat ada laut punaga dengan pesona pantainya yang indah.

Desa punaga adalah desa yang mempunyai banyak potensi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri, yaitu mulai dari sektor perikanan dan kelautan, peternakan dan sektor pertanian. dimana dari beberapa sektor ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya alam yang begitu sangat menjanjikan untuk keberhasilan masyrakat desa punaga itu sendiri ketika dikelolah dengan baik, Ketika masyarakat fokus dengan usahanya masing2.tentunya dari potensi-potensi yang dimaksud.

Namun yang sangat disayangkan karena tidak mungkin masyarakat pelaku usaha ini akan fokus keusahanya ketika keselamatan jiwanya masih terancam yang sewaktu- waktu dapat terjadi pada dirinya masing-masing, karena belum adanya kepedulian pemerintah baik pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat terhadap Abrasi pantai yang sudah beberapa tahun terakhir ini berlangganan dengan Desa Punaga yang terletak di Kecamatan Mangarabombang Kab.Takalar provinsi Sul-Sel.

Abarasi yang terjadi didesa Punaga ini sudah sangat parah dua dusun yaitu Dusun Punaga dan Dusun Malelaya, ketika abrasi ini tidak cepat di cegah maka akan mengikis pemukiman warga dusun malelaya dan jalan poros Desa PUNAGA-LAIKANG.

Selain pemukiman yang akan tenggelam dan jalan poros keberadaan kantor Desa didusun Malelaya akan Hilang dan hancur juga. olehnya itu masyarakat Desa Punaga sangat berharap kepada semua unsur, semua pihak terkait baik dari pemerintah Kabupaten, pemerintah provinsi dan Pemerintah Pusat untuk cepat mengambil tindakan.

kemudian di Dusun Punaga dimana Dusun ini mempunyai banyak situs bahkan ada situs Cagar budaya yaitu kompleks MAKAM I SABBELO’MO DAENG TAKONTU Ibunda pahlawan Nasional SULTAN HASANUDDIN ini akan hancur juga ditelan Abrasi ketika penanganan ini lambat. karena jarak antara bibir pantai dan KOMPLEKS MAKAM hanya berjarak kurang lebih 7 meter sehingga kami warga punaga yakin satu sampai dua tahun kedepan kompleks makam ini akan hilang ketika hanya dilihat saja.

ini yang sangat kita sayangkan,..pemerintah desa juga setiap Musrembang tingkat kecamatan selalu mengusulkan untuk diprioritaskan tetapi sampai saat ini belum ada respon bahkan pemerintah desa punaga juga sudah menyampaikan ke BPBD kabuten takalar dan alhamdulillah sudah ada bantuan karung yang sejenis karung pupuk sebanyak 100 lembar dan itu sudah diprgunakan untuk diisi pasir sebagai tanggul darurat. itupun hanya bertahan 3 minggu sudah hancur lagi, olehnya itu kami pemerintah Desa bersama masarakat desa punaga sangat berharap untuk cepat ada bantuan bukan perhatian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here