Makassarglobal.com – Memahami pentingnya publikasi ilmiah dan populer kaitannya dengan pemanfaatan akun wajib dan akun pilihan dosen, sebagai jaringan pengindeks nasional Kementerian Pendidikan dan Pengindeks internasional. Dosen memiliki pilihan untuk membangun kekuatan jaringan dan rekam jejak digital, dengan itu pula membuka peluang dosen mencapai jenjang kepangkatan dalam dunia akademik yang lebih terencana, tentu dengan dukungan publikasi kajian, penelitian dan pengabdian sebagai tanggungjawab Tridharma perguruan tinggi.

Kehormatan bagi saya menerima undangan Dekan Fakultas Teknik UMI, untuk berdiskusi dengan 13 dosen yang saya kagumi. Diantaranya adalah peneliti tentang konsep tata kota terbaik yang dimiliki UMI, peneliti bidang elektro, peneliti bidang teknik sipil yang kesemuanya memandang pentingnya publikasi sains komunikasi. Komitmen pertemuan 3 sesi yang dimulai hari ini, akan berlanjut hingga November 2022. Semua saya sambut gembira sebagai bagian dari duduk belajar bersama memahami pentingnya 17 akun bagi pengembangan karir seorang dosen.

Awalnya saya dan Ketua Program Studi (Prodi) Arsitektur Andas Budy dan Bang Muhammad Zainal Altim yang sedang menyelesaikan penelitian disertasi doktornya di Universitas Negeri Makassar (UNM), bertemu dan berdiskusi. Dari pertemuan itu lahir gagasan untuk membuka Sharing Session dan menelisik pemanfaatan berbagai akun wajib yang dimiliki dosen, ditambah pentingnya memanfaatkan ketersediaan jaringan pengindeks yang membuka peluang bagi dosen membangun jejaring dalam fokus keilmuannya. Tidak kalah penting yakni penggunaan jejaring media sosial yang menjadi rujukan klarifikasi bagi dosen dan peneliti.

Sedianya 17 teman dosen akan bersama di sesi-1 ini, namun 4 berhalangan hadir. Bertempat di lantai 2 Cafe Ayah UQ, di bilangan Panakkukang Mas, kegiatan dimulai pukul 9:00 WITA dan berakhir 17:00.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here