Makassarglobal.com – Takalar – Kali ini Takalar kembali berbicara tentang Feminisme Perempuan Makassar dalam sebuah karya Film dari Sanggar Seni Ataraxia setelah berhasil menggemparkan Kabupaten Takalar dengan film pertamanya yang berjudul Anak Karaeng di tahun 2018 yang lalu.

Amin DB selaku sutradara kembali mengangkat film yang bertemakan kearifan Lokal dalam perspektif feminisme Perempuan makassar. Film kedua kali ini berjudul “LINGAI” (dalam Bahasa Makassar) dalam bahasa indonesia sering diartikan sebagai, dicicipi, dicoba dan dirasakan.

Menurut Amin DB, Takalar harus cepat merespon ide feminisme yang marak diperbincangkan, diperdebatkan dalam masyarakat, komunitas dan bahkan dalam dunia kampus sekalipun. Bahwa isu feminisme sangatlah menarik untuk dijadikan dalam sebuah karya film. Apalagi konsep feminisme perempuan makassar.

Insya Allah pemutaran perdana Film Lingai Sanggar Seni Ataraxia ini yang dikerjasamakan Studio Lino Makassar sudah lama ditunggu – tunggu oleh masyarakat Takalar. Dan pemutarannya nanti pada tanggal 11 November 2022 di Grand Kalampa Hotel.

Harapan kami, semoga dengan hadirnya film Lingai ini akan memberikan dampak yg positif. Dan semoga film Lingai ini banyak penontonnya dari kaum perempuan agar bisa memaknai konsep feminisme perempuan makassar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here