Gowa,Makassarglobal.com.-“Kehadiran Bupati Gowa, dalam kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah di Desa Bontomanai, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Kamis (25/6/2026), disambut hangat oleh masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pemerintah daerah terhadap penanganan kemiskinan dan perlindungan kelompok rentan.
Namun, sebelum rombongan Bupati tiba di lokasi acara, situasi sempat memanas akibat munculnya sebuah spanduk penolakan yang diduga sengaja dipasang oleh pihak tertentu. Spanduk berwarna putih dengan tulisan tinta merah bertuliskan “Kami masyarakat Bajeng Barat menolak kedatangan pelakor di wilayah kami” sontak mengejutkan warga setempat.
Salah satu warga yang melihat langsung spanduk tersebut segera mencopotnya, hingga terjadi adu argumen dengan pihak yang diduga sebagai pelaku pemasangan. Sejumlah tokoh masyarakat Bajeng Barat pun mengecam keras tindakan itu dan menilai perbuatan tersebut sebagai upaya provokasi yang mencoreng nama baik masyarakat.

“Ini sangat memalukan. Jangan bawa-bawa nama masyarakat Bajeng Barat untuk kepentingan tertentu. Tindakan seperti ini adalah bentuk provokasi yang merusak persatuan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.
Tak lama berselang, iring-iringan mobil dinas yang membawa rombongan Bupati Gowa tiba di lokasi.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Gowa itu langsung disambut antusias warga yang memenuhi area kegiatan. Bupati kemudian menuju tribun utama yang telah disiapkan panitia. Sekalipun di warnai dengan penolakan namun prosesi acara tetap berjalan lancar dan berakhir dengan sangat aman penuh damai.

Dalam sambutannya, Camat Bajeng Barat. Samsul Rijal.menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa terus memperkuat program pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial melalui program Gowa Bersama, yang dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.

Sementara itu, Bupati Gowa.
menegaskan bahwa program Pemerintah Kabupaten Gowa memiliki keselarasan kuat dengan agenda nasional, khususnya dalam upaya membantu masyarakat kurang mampu, anak yatim, serta penyandang disabilitas.
“Program pemerintah daerah ternyata selaras dengan program pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Program Gowa Bersama terus melakukan berbagai kegiatan untuk membantu masyarakat kurang mampu, termasuk anak yatim dan penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, salah satu program unggulan yang kini berjalan adalah One Day One District, di mana pemerintah turun langsung ke masyarakat untuk mengidentifikasi warga yang membutuhkan intervensi.
“Kita turun langsung mencari masyarakat yang tidak mampu, termasuk anak-anak yang tidak sekolah karena terkendala biaya. Pemerintah hadir untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan agar keluarga-keluarga yang kurang mampu bisa hidup lebih baik dan sejahtera,” jelasnya.
Bupati juga menegaskan tidak boleh ada satu pun anak di Kabupaten Gowa yang kehilangan hak pendidikan hanya karena faktor ekonomi. Bahkan, beberapa anak yatim telah difasilitasi melalui program Sekolah Rakyat.
Selain sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Gowa juga memberikan perhatian serius kepada penyandang disabilitas melalui bantuan alat bantu seperti kursi roda dan tongkat agar mereka tetap produktif dan mandiri.

“Kalian tidak sendiri. Yang membuat seseorang hebat bukanlah kesempurnaan fisiknya, tetapi semangatnya untuk menjadi anak yang berguna bagi keluarga, daerah, bangsa, dan negara,” pesan Bupati kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas yang hadir.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, , menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia melalui kolaborasi Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan BAZNAS.
Menurutnya, Desa Bontomanai dipilih sebagai lokasi kegiatan karena diusulkan menjadi Kampung Zakat pertama di Kabupaten Gowa.
“Kami berharap masyarakat yang saat ini masih berstatus mustahik ke depan bisa menjadi muzakki. Dengan pendampingan yang tepat, kesejahteraan masyarakat bisa terus meningkat, terutama bagi anak-anak yatim agar tetap mendapatkan pendidikan yang layak,” tutupnya.”(Red)”


















