Di balik Jalan Desa Penghubung Danau Mawang-Macanda, Berdiri Wadah Pengembangan Bakat Catur.

Gowa.makassarglobal.com.-“Perubahan zaman telah mengubah wajah kawasan penghubung antara Danau Mawang dan Macanda, Kecamatan Somba Opu , Kabupaten Gowa. Jika sekitar 25 tahun silam kawasan itu dikenal sepi dan minim aktivitas, kini daerah tersebut menjelma menjadi kawasan padat penduduk dengan perkembangan infrastruktur yang cukup pesat.

Dulu, sepanjang ruas jalan mulai dari area pemakaman Datuk Panggentungan hingga jalur yang terhubung langsung ke Danau Mawang, suasana begitu sunyi. Jalanan yang masih berupa tanah merah kerap dipenuhi lumpur saat musim hujan tiba, sementara di tikungan menuju Macanda berdiri sebuah jembatan kecil yang menjadi penghubung utama masyarakat kala itu.

 

Seiring berjalannya waktu, pembangunan terus bergerak. Kawasan yang dulunya lengang kini dipadati perumahan warga, bangunan permanen maupun semi permanen, serta fasilitas penunjang lainnya. Akses transportasi pun semakin mudah dengan kondisi jalan yang kini mulus dan layak dilalui, menjadi bukti nyata kemajuan pembangunan di wilayah tersebut.

 

Menariknya, di balik pesatnya perkembangan kawasan ini, terdapat sebuah warkop milik Syahrul dan juga Selaku Sosok Yang berinisiatif yang sangat bermanfaat sehingga membangun wadah untuk membina dan pengembangan bakat olahraga catur yang mulai dikenal masyarakat. Tempat ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan berpikir strategis, sekaligus menjadi pusat aktivitas positif di tengah lingkungan yang terus berkembang, Ungkap Syahrul Pemilik Kedai. Pada Kamis./02/07/2026.

 

Keberadaan wadah pengembangan bakat catur tersebut diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pecatur potensial dari wilayah Danau Mawang dan Macanda. Di tengah perubahan fisik kawasan yang begitu signifikan, semangat membangun kualitas sumber daya manusia melalui olahraga intelektual seperti catur menjadi nilai penting yang patut diapresiasi.Akhir Kisah.Tandasnya.”( Red)”

Penulis  : MZ.NURDIN ACHMAD.

laporan : Redaksi.MGI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *