Surabaya,-Makassarglobal.com -“ Partai Nasionalis Nusantara (PNN) secara resmi mendeklarasikan diri hadir untuk rakyat pada 1 Oktober 2026 lalu di Kota Pahlawan Surabaya. Deklarasi yang bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila ini bukan sekadar seremonial politik, melainkan penjemputan kembali amanah Sang Guru Besar Bangsa, H.O.S. Tjokroaminoto.

Deklarasi yang berlangsung khidmat di Museum Rumah Pergerakan H.O.S. Tjokroaminoto, Peneleh Gang VII, Surabaya itu ditandai dengan penandatanganan dokumen deklarasi oleh Ketua Umum Teten Indra Abdillah bersama Sekjen Menur Soekarno.
Mengapa di Peneleh? Filosofi Sang Guru Bangsa
Pemilihan Peneleh bukan kebetulan. Kawasan itu adalah kawah candradimuka nasionalisme Indonesia. Di rumah itulah Soekarno, Kartosoewirjo, Musso, dan tokoh-tokoh bangsa lainnya digembleng menjadi pemimpin. PNN ingin menegaskan, politik yang dibangun bukan politik transaksional, melainkan politik kader dan politik akhlak seperti yang diajarkan Tjokroaminoto.

Ketua Umum PNN Teten Indra Abdillah dalam orasinya menegaskan PNN ingin membangun kekuatan politik yang berpijak pada nilai kebangsaan, akhlak, persatuan nasional, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran rakyat.
“Kita ingin membangun partai kader dan nasionalis. Kader yang berdaya harus mampu memberdayakan masyarakat dan rakyat Indonesia,” tegas Teten.

Ia juga menekankan, “Politik dan ekonomi harus berjalan beriringan sehingga tidak timpang dan berjalan bersama menuju Indonesia yang maju, adil, dan makmur.”
Program PNN: Dari Gagasan Soekarno & Hatta Untuk Rakyat*
Sesuai program Sang Guru Besar Bangsa, PNN menyatukan dua kutub besar pemikiran bangsa:
1. Politik Kebangsaan ala Ir. Soekarno:* Kedaulatan politik, nasionalisme, dan persatuan.
2. Ekonomi Kerakyatan ala Drs. Mohammad Hatta:* Koperasi, gotong royong, dan kemandirian ekonomi.
Untuk menerjemahkannya, PNN membawa 5 Pilar Perjuangan: Berakhlak, Nasionalis, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur.
– Berakhlak:Pendidikan karakter, pakta integritas kader, transparansi anggaran publik dan pemerintahan bersih.
– Nasionalis:Kaderisasi pemuda-pemudi dan pendidikan kebangsaan.
– “Bersatu: ” Melestarikan budaya Nusantara dan gotong royong dari Sabang sampai Merauke.
– Berdaulat & Adil Makmur: Kemandirian ekonomi dan politik.

Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar pasca deklarasi juga menegaskan bahwa nilai-nilai Bung Karno menjadi rujukan penting PNN terkait kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi.
Dengan semboyan “RAKYAT ADALAH RAJA”- dan yel “MERDEKA! Adil dan Makmur”- PNN menyatakan diri sebagai wadah perjuangan politik yang mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara dengan semangat gotong royong.
Dari Surabaya, gelombang nasionalisme baru itu kini berlayar. Dari Peneleh menuju Sulawesi, dari Surabaya menuju Celebes, bersama Media Center DPW PNN Sulsel.(Red)
“Laporan: MZ. NURDIN ACHMAD.
Media Center DPW PNN Sulawesi Selatan
Sumber: Naskah Deklarasi PNN 1 Oktober 2026.















