Tripides Tanabangka Menyerahkan BLT Kepada Warga Penerima Manfaat: Filosofi Uang Kecil, Hati Besar”

Gowa-makassarglobal.com.-“Di sebuah balai desa sederhana di Tanabangka, hari Jumat itu tidak ada karpet merah. Tidak ada seremoni potong pita. Yang ada hanya daftar nama warga miskin, amplop-amplop coklat berisi harapan, dan seorang Penjabat (Pj) Kepala Desa yang memahami arti sesungguhnya dari kata “melayani”.

“Tripides, Pj Desa Tanabangka”, menyerahkan langsung Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada warga penerima manfaat untuk periode “September dan Oktober 2026.”

Momen itu bukan sekadar serah terima uang. Itu adalah perjumpaan negara dengan rakyatnya yang paling rentan.

Didampingi oleh “Bhabinkamtibmas Desa Tanabangka, Aipda Aswin Jahar, S.E.,” serta Sekretaris Desa (Sekdes) dan Kepala Dusun (Kadus) Renggang, Tripides memastikan setiap rupiah sampai ke tangan yang berhak.

“Jumat 16 Oktober 2026 kami memantau sekaligus mendampingi penyaluran Dana BLT Desa Tanabangka untuk periode September dan Oktober. Semoga bermanfaat dan digunakan dengan baik oleh para penerima,” ujar Tripides dalam catatannya.

FILOSOFI PELAYANAN: NEGARA TIDAK BOLEH LUPA WAJAH TERMISKINNYA

Ada dua jenis pemerintahan desa hari ini.

Yang pertama, pemerintahan yang sibuk membangun gapura dan mengecat kantor.

Yang kedua, pemerintahan yang sibuk mengingat nama warganya yang tidak bisa makan besok.

Pemerintahan Desa Tanabangka memilih yang kedua.

BLT Rp 300.000 per bulan mungkin terlihat kecil di mata anggaran. Tapi di dapur warga miskin, ia adalah beras untuk seminggu, obat untuk anak yang demam, dan biaya sekolah yang tertunda.

Inilah filosofi pelayanan yang dilupakan banyak desa: “Pelayanan bukan tentang seberapa megah kantor desa, tapi seberapa dalam pemerintah desa merasakan lapar warganya.”

Kehadiran Bhabinkamtibmas Aipda Aswin Jahar, S.E., dari satuan Polsek Bajeng dalam penyaluran ini bukan sekadar pengamanan. Itu adalah simbol bahwa negara hadir lengkap: Kepala Desa menyerahkan, Ketua BPD, dan Polisi mengawal, Sekdes dan Kadus menjadi saksi. Tidak ada yang disembunyikan. Semua terang.

Di tengah isu besar pemakzulan Bupati Gowa yang gaduh di media sosial, Desa Tanabangka justru memberikan pelajaran paling sunyi tapi paling berisik: “Pemerintahan yang baik tidak diukur dari seberapa keras ia berteriak tentang kekuasaan, tapi seberapa lembut ia menyerahkan bantuan kepada yang lemah.”

 

Semoga bermanfaat. Semoga digunakan dengan baik. Kalimat sederhana dari Tripides itu adalah doa sekaligus tanggung jawab.

Karena di desa inilah, janji “Kita Gowa” benar-benar diwujudkan.

“Pj Desa Tanabangka, Tripides, serahkan langsung BLT Dana Desa kepada warga penerima manfaat, didampingi Bhabinkamtibmas Aipda Aswin Jahar, S.E., Sekdes, Ketua BPD Desa Tanabangka dan Kadus Renggang.
“Uang kecil, hati besar. Inilah wujud pemerintah desa yang tidak lupa wajah termiskinnya. Semoga berkah!, Imbuhnya.”-(Red)”

Pewarta :MZ.Nurdin Ahmad.
Pimpinan Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *