Gowa-makassarglobal.com-“Bahaya terkadang tidak datang dengan suara sirene. Ia tidak mengetuk pintu, tidak memberi tanda, bahkan nyaris tak terlihat oleh mata. Ia bisa berawal dari genangan air yang dibiarkan, kemudian kehidupan kecil bernama jentik tumbuh di dalamnya, hingga akhirnya menjadi ancaman yang dapat membawa Demam Berdarah Dengue (DBD) ke tengah keluarga.

Kepala Dusun Binabbassa Desa Tanabangka, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, kekhawatiran terhadap DBD mendorong Muhammad Ansar S.Com Kadus Binabbassa bersam Baharuddin Dg Buan Imam Dusun Binabbassa turun bergerak melakukan upaya pencegahan melalui pemberantasan jentik dan kegiatan fogging di lingkungan warga.

Gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan. Di balik pemeriksaan tempat-tempat penampungan air dan pemberantasan sarang nyamuk, terdapat pesan yang jauh lebih dalam: kesehatan masyarakat tidak boleh menunggu sampai penyakit menjadi bencana. Rumah-rumah warga menjadi bagian penting dari upaya memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk, sementara lingkungan yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik menjadi perhatian bersama.

Kegiatan fogging menjadi salah satu langkah pengendalian nyamuk dewasa, namun upaya tersebut tidak berdiri sendiri. Pemberantasan jentik dan penerapan 3M Plus tetap menjadi bagian penting dalam pencegahan DBD. Warga diingatkan untuk menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, menyingkirkan atau mendaur ulang barang yang dapat menampung air, serta menjaga lingkungan agar tidak menjadi ruang bagi nyamuk untuk berkembang biak.
Di sinilah kepedulian Kepala Dusun dan Imam Dusun Binabbassa menemukan maknanya. Persoalan kesehatan tidak hanya menjadi urusan fasilitas kesehatan atau pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat di tingkat paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika aparat dusun bergerak bersama tokoh agama dan warga, pencegahan penyakit berubah menjadi gerakan sosial: menjaga satu rumah berarti ikut menjaga rumah yang lain, karena nyamuk tidak mengenal batas halaman, batas keluarga, bahkan batas dusun.

Sebab terkadang, keselamatan sebuah kampung ditentukan oleh sesuatu yang dianggap terlalu kecil untuk diperhatikan. Jentik yang nyaris tak terlihat dapat menjadi awal dari sebuah ancaman yang besar. Dan dari Binabbassa, pesan itu kembali menemukan maknanya: jangan menunggu penyakit mengetuk pintu untuk mulai menjaga kehidupan. Karena kesehatan bukan sekadar perkara bagaimana menyembuhkan ketika sakit datang, tetapi tentang keberanian manusia mencegah bahaya sebelum ia menemukan korbannya.”(Rea)” MZ.NA.


















