Surabaya – Makassarglobal.com.-“Tanjung Perak – 27 September 2026. Jika pelayaran adalah ujian kesetiaan, maka penyambutan adalah bukti persaudaraan. Tepat di dermaga Tanjung Perak Surabaya, pelayaran panjang Tim DPW Partai Nasionalis Nusantara (PNN) Sulawesi Selatan berakhir dengan haru. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Ketua DPW PNN Surabaya dan Bendahara DPP PNN.
Ini bukan sekadar penyambutan. Ini adalah filosofi _Tanjung Perak_ itu sendiri. Perak adalah tempat berlabuh, tempat di mana semua perahu dari berbagai penjuru Nusantara bertemu dan mengikat tali jangkar yang sama. Saat Ketua DPW PNN Surabaya merangkul Tim dari Sulsel, saat itulah Sulawesi Selatan dan Jawa Timur berhenti menjadi dua pulau, tapi menjadi satu jiwa.
Dalam tradisi pelaut, orang yang menyambut di dermaga adalah keluarga. Kehadiran Ketua DPW Surabaya dan Bendahara DPP PNN di garis terdepan Tanjung Perak adalah pesan keras: PNN bukan partai yang menunggu di ruangan ber-AC. PNN adalah partai yang menjemput kadernya di pelabuhan, yang kaki pemimpinnya menginjak aspal dermaga yang sama dengan kaki rakyatnya.
Bendahara DPP yang hadir langsung adalah simbol: PNN tidak menghitung uang, tapi menghitung pengorbanan. Ketua DPW Surabaya yang hadir langsung adalah simbol: PNN tidak menghitung jabatan, tapi menghitung kebersamaan.
Dari atas Kapal yang baru saja merapat, Tim DPW PNN Sulsel melihat, bahwa deklarasi spektakuler belum dimulai, tapi kemenangan sudah dirasakan. Karena kemenangan sejati sebuah partai bukanlah saat deklarasi di panggung megah, tapi saat pemimpin dan anggotanya saling menyambut di dermaga, dengan senyum yang sama, peluh yang sama, dan cita-cita yang sama: Untuk Nasionalis Nusantara yang Seutuhnya.
Dari Tanjung Perak, Sinyal Deklarasi Akbar Telah Menyala.**(Red.)**- MZ.NA.















