Gowa,makassarglibal.com.-“Masyaraka Adat Ta’ma La’Lang Geram dengan adanya tindakan sekelompok OTK.(Orang Tidak Kenal) yang memporak porandakan Situs Bersajara pada Rabu, 06/05/2026

Situs adalah saksi bisu yang menjadi Sejarah Perjuangan para pejuang. kemerdekaan masa lampau dan menjadi tumpuan titik dan Penanda.bukti tak bicara ini.terdapat di daerah Tompong- Tompong yang berdiri sangat kokoh di Dusun tamannyeleng, Desa Tama la’lang.Kecamatan Barombong Gowa.
Atas kejadian tersebut Muh.Rizal Kr.Emba Sekaku Ketua Umum Laskar Karaeng Emba.(LKN ) menanggapi kejadian tersebut di atas Tanpa membuang waktu ia langsung turun ke lokasi di mana tempat situs bersajara berada untuk me ngecek dan untuk mengetahui kebenaranya. – pada Kamis .07/06/2026 .

Dalam Keterangannya Muh Rizal Kr Emba Selaku Ketua Laskar Kr Emba.(LKN) menjelaskan bahwa ketika tiba di lokasi Tempat Kejadian pengerusakan beliau bersama rombongan langsung menyaksikan bahwa apa yang di sampaikan oleh masyarakat adat setempat ternyata benar. dan akan melakukan langka hukum, ucapnya.

Sementara sejumlah tokoh adat da tokoh masyarakat Abdullah Daeng Naba. Tama’la’lang dan Tompong Tompong ini adalah satu Daerah tempat memantau pergerakan Penjajah ditepi sungai Je’ne Berang wilayah kabupaten Gowa.
Setelah melihat pergerakan belanda maka kelompok Pejuang tersebut yang siaga dipinggiran Sungai Je’ne Berang melakukan pertemuan lanjutan di Leko bo’dong untuk mengatur strategi untuk meyiasati pergerakan belanda yang memasuki wilayah tersebut.
Keberadaan Tompong- Tompong dan leko Bodong mejadi menanda dan menyiasati sebuah perlawanan melawan Belanda menurut Abdullah Deng Naba salah satu Tokoh Masyarakat di Tama’la’lang. Ungkapnya.
Yang membuat keberatan Deng Naba adalah adanya sekelompok orang yg tidak bertanggung melakukan Pengrusakan dan mengobrak abrik tempat tersebut.tempat yg merupakan bagian bersejarah dalam sebuah perjuangan Bangsa.terutama masyarakat yang ada disekitar tempat itu sangat menyesalkan kejadian tersebut.
Menurut Deng Naba tompong tompong leko Bo’dong merupakan cikal bakal kegiatan tahunan yg dilakukan masyarakat Tama’lalang yaitu acara A’kaddo bulo ri Tama lalang.
Pada masa perjuangan itu masyarakat berbondong bondong membawa bekal untuk para pejuang berupa Ka’do Bulo yang diantar para Ibu ibu Rumah Tangga..yg turut Prihatin dalam membantu Perjuangan tersebut.berupa makanan tradisional suku Makassar.bernama Ka’do Bulo yang olahannya.terbuat dari beras ketan Hitam atau Putih dan sampai hari ini dijadikan kegiatan Rutin tahunan masyarakat Tama’lalang setiap Bulan Agustus.Cuma beda hari dengan peringatan Kemerdekaan.
Berharap mewakili tokoh masyarakat Ta’ma la’lang.Deng Naba berharap.kepada petugas yg berwenang.dapat mengusut tuntas pelaku pengrusakan tempat bersejarah tersebut. Imbuhnya.”(Red)”
Editor. MZ.Nurdin Achmad
Laporan. Tim Ivenstigasi.









