Ketika Kedua Orang Tua Sibuk Bekerja Siapa yang Mendidik Anak Kita?.]

Oleh: Nurul Jamiah Sidiq, M.Pd.
Jurusan PGPAUD FIP UNM

Gowa.makassarglobal.com.-” Anak adalah bua hati belahan jiwa tentu setiap anak bukan hanya ingin di besarkan tapi anak harus di didik dengan ilmu  tapu Di tengah kesibukan hidup, banyak orang tua harus bekerja hampir sepanjang hari. Tidak ada yang salah dengan itu. Namun ada satu pertanyaan penting: jika kita sibuk, siapa yang sebenarnya mendidik anak?

Hari ini, tidak sedikit anak tumbuh bersama pengasuh, kakek-nenek, atau bahkan gadget. Waktu bersama orang tua semakin terbatas, padahal anak tidak hanya membutuhkan kebutuhan fisik, tetapi juga perhatian dan kehadiran emosional.

Penelitian dalam psikologi perkembangan menegaskan bahwa kedekatan emosional dengan orang tua berperan besar dalam membentuk kepercayaan diri, kestabilan emosi, dan karakter anak. Interaksi sederhana seperti berbicara, mendengar, bermain dapat menjadi fondasi penting dalam proses tersebut.

Ketika interaksi ini berkurang, anak bisa mencari “ruang lain” untuk memenuhi kebutuhannya. Gadget sering menjadi pelarian, tetapi tidak mampu menggantikan kedekatan yang seharusnya dibangun dalam keluarga.

Ini bukan tentang menyalahkan orang tua yang bekerja. Namun kita perlu menyadari bahwa kehadiran tidak bisa sepenuhnya digantikan. Bahkan dalam waktu yang terbatas, hubungan tetap bisa dibangun asal benar-benar hadir.

Kualitas sering kali lebih penting daripada kuantitas.

Pada akhirnya, anak tidak akan mengingat seberapa sibuk kita bekerja.
Mereka akan mengingat apakah kita hadir atau tidak.“Intinya Anak tidak membutuhkan orang tua yang selalu ada, tapi membutuhkan orang tua yang benar-benar hadir.” Kuncinya.”(Red)”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *