Gowa – makassarglobal.com.-“Ada kebahagiaan yang tidak cukup diungkapkan dengan kata-kata. Ada pula rasa syukur yang hanya bisa dirasakan setelah perjalanan panjang, ketika doa, harapan, perjuangan, dan kesabaran akhirnya menemukan jawabannya.
Suasana haru dan bahagia itulah yang menyelimuti keluarga Junaedin Dg Siantang dan Samriana Dg Kanang, warga Kompleks Raudha, Dusun Renggang, Desa Tanabangka, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa.

Minggu, 20 September 2026, menjadi salah satu hari yang sulit dilupakan keluarga tersebut. Di hadapan orang tua, keluarga besar, sahabat, kerabat, serta handai taulan, hadir seorang pemuda yang membawa kebanggaan baru bagi keluarganya.
Dialah Prada Nur Aslam, 22 tahun, putra kedua pasangan Junaedin Dg Siantang dan Samriana Dg Kanang, yang berhasil melewati proses seleksi dan dinyatakan lulus menjadi prajurit TNI Angkatan Darat pada Angkatan 26 Pertama Kodam XIV/Hasanuddin.
Ketika sosok Nur Aslam hadir dengan seragam kebanggaan TNI, suasana seketika berubah. Mata orang tua dan keluarga seolah berbicara lebih banyak daripada kata-kata.

Seragam yang dikenakan sang anak bukan sekadar pakaian dinas.
Di baliknya ada doa seorang ibu. Ada harapan seorang ayah. Ada perjuangan seorang anak. Dan ada perjalanan panjang yang akhirnya mengantarkan Nur Aslam pada sebuah amanah baru sebagai prajurit bangsa.
Bagi keluarga, keberhasilan itu bukan semata-mata tentang lulus menjadi anggota TNI AD. Lebih dari itu, kelulusan tersebut menjadi jawaban atas doa dan harapan yang selama ini dipanjatkan.
Dari Rumah Sederhana, Mengemban Amanah Negara
Kehadiran Prada Nur Aslam disambut penuh kehangatan oleh keluarga dan para sahabat.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh masyarakat sekitar yang mengenal perjalanan Nur Aslam sejak masih duduk di bangku sekolah.
Sejumlah guru turut hadir dalam acara serimonial tersebut.
Tampak para guru Madrasah Ibtidaiyah Tanabangka, para guru SMP Negeri 2 Bajeng Barat, serta Kepala Sekolah SMA Unggulan Bajeng.Bhabinkamtibmas Serta jajaran Polsek Bajengpun turut hadir serta Seluruh Para Kadus Sedesa tanabaka.
Kehadiran para pendidik bukan sekadar memenuhi undangan keluarga.
Ada rasa bangga ketika seorang anak didik yang dahulu mereka ajar kini kembali hadir dengan seragam prajurit.

Dari ruang kelas, tempat seorang anak belajar membaca kehidupan, kini langkahnya berlanjut menuju medan pengabdian kepada negara.
Para guru pun menitipkan pesan moral kepada Nur Aslam agar keberhasilan tersebut tidak membuatnya lupa pada akar perjuangan.
Etika harus tetap dijaga. Disiplin harus menjadi bagian dari kehidupan. Dan sumpah serta amanah sebagai prajurit harus dijunjung tinggi dalam setiap langkah pengabdian.
Sebab menjadi prajurit bukan hanya tentang mengenakan seragam dan memegang tanggung jawab negara.

Di dalamnya terdapat kehormatan, disiplin, loyalitas, serta kesediaan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
Kebahagiaan yang Dirayakan Bersama
Kehangatan keluarga semakin terasa ketika suasana halaman rumah Junaedin Dg Siantang dipenuhi keluarga, sahabat, dan kerabat.
Hiburan Electone New Rayyaza,ENTERTAINMENT yang merupakan milik Junaedin Dg Siantang, turut memeriahkan suasana kekeluargaan tersebut.
Momentum itu sekaligus dirangkaikan dengan perayaan Anniversary Rayyaza, cucu pertama dari pasangan Nurhikma Dg Moga dan Rahmatullah Dg Sijaya.

Dua kebahagiaan pun seolah bertemu dalam satu halaman rumah: kebahagiaan menyambut seorang putra yang mengenakan seragam TNI dan kebahagiaan keluarga merayakan perjalanan kehidupan generasi pertama yang tumbuh di tengah keluarga besar.
Tawa, senyum, dan rasa haru bercampur menjadi satu.
Namun di balik kemeriahan tersebut, tersimpan sebuah pesan sederhana: bahwa keberhasilan seorang anak selalu memiliki jejak tangan banyak orang—terutama orang tua dan para guru yang tidak pernah berhenti memberikan doa, pendidikan, serta nasihat.

Pesan untuk Sang Prajurit Muda
Kepada Prada Nur Aslam, keluarga dan para guru menitipkan harapan agar langkah pengabdiannya senantiasa berada di jalan yang benar.
Jaga nama baik keluarga.
Jaga kehormatan almamater.
Jaga nama baik kesatuan.
Dan yang paling utama, jagalah sumpah serta amanah sebagai prajurit TNI AD.
Karena seragam yang dikenakan hari ini merupakan simbol kehormatan yang harus dipertanggungjawabkan dengan sikap dan pengabdian.
Semoga Nur Aslam senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, keselamatan, dan umur panjang dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Sebuah Kebanggaan yang Tak Pernah Selesai
Pada akhirnya, keberhasilan Nur Aslam bukan hanya cerita tentang seorang pemuda yang berhasil menjadi prajurit TNI.
Ini adalah cerita tentang sebuah keluarga yang pernah menanam harapan, tentang orang tua yang tidak pernah berhenti berdoa, tentang guru yang pernah mendidik, dan tentang seorang anak yang akhirnya mampu menjawab semua harapan itu dengan pengabdian.

Hari ini, Nur Aslam mungkin berdiri tegak dalam balutan seragam prajurit.
Tetapi di mata orang tuanya, ia tetaplah seorang anak yang dahulu tumbuh dari pelukan dan doa.
Sebab setinggi apa pun seorang anak melangkah, sejauh apa pun ia mengabdi kepada negara, di hati seorang ibu dan ayah, ia akan selalu menjadi anak yang mereka doakan agar selamat dalam setiap langkahnya.
Selamat mengemban amanah, Prada Nur Aslam.
Dari Tanabangka untuk Indonesia. Dari doa keluarga menuju pengabdian kepada bangsa.”(Red)”
Oleh.MZ.NRDIN ACHMAD


















