MKS-Sulsel- makassarglobal.com.-“Di balik seragam dan baris-berbaris, ada hati yang harus terus dijaga untuk tetap memanusiakan manusia. Itulah pesan kuat yang diusung Kapolda Sulawesi Selatan, *Irjen Pol Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H.’, dalam mengawal Program Kapolri βPolisi Peduli Pengangguranβ.
Kapolda Sulsel yang baru saja kembali ke tanah kelahirannya Makassar ini menegaskan, tugas polisi di era sekarang tidak boleh berhenti di penjagaan keamanan dan ketertiban semata. Polisi harus hadir sebagai solusi bagi masalah sosial yang paling nyata dirasakan rakyat: pengangguran.
> “Menjaga kamtibmas itu penting, tapi memanusiakan manusia jauh lebih utama. Ketika 208.000 saudara kita di Sulsel masih menganggur, maka disitulah polisi harus hadir. Bukan dengan tongkat, tapi dengan harapan dan keterampilan,” ujar Kapolda Sulsel, Irjen Awal Chairuddin, dalam arahannya yang diteruskan oleh jajaran Ditbinmas.
Filosofi inilah yang kemudian diterjemahkan secara konkret oleh “Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Sulsel”.
Pada Rabu (14/10/2026),

Dirbinmas Polda Sulsel Kombes Pol Anang Triarsono, S.I.K., http://M.Si.” melakukan audience bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sulsel beserta staf. Pertemuan ini bukan sekadar rapat, melainkan jembatan harapan.
Hasilnya menggembirakan. Disnaker Sulsel menyiapkan “48 jenis keterampilan* yang dapat dilatihkan bagi masyarakat melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Mulai dari keterampilan teknis hingga wirausaha, dengan pembiayaan yang telah disesuaikan dengan program pemerintah. Ini adalah bekal hidup, bukan sekadar pelatihan.
Tak hanya itu, sinergi ini juga membuka pintu informasi kerja seluas-luasnya. Pada “16-18 Oktober 2026”, Disnaker Sulsel akan menggelar “Job Fair Akbar di Lapangan Hasanuddin Makassar* dengan melibatkan “50 perusahaan”. Ribuan lowongan akan dibuka, ribuan harapan akan dipertemukan.
Kapolda Sulsel Irjen Awal Chairuddin menekankan peran kunci yang selama ini menjadi ujung tombak filosofi pemolisian humanis: *Bhabinkamtibmas”.
> “Saya menyelesaikan disertasi doktoral tentang peran Bhabinkamtibmas dalam membangun kepercayaan publik. Dan hari ini, saya melihat peran itu menjadi nyata. Bhabinkamtibmas adalah mata dan hati Polri hingga ke pelosok. Merekalah yang akan mendata warga yang membutuhkan pekerjaan, menyampaikan informasi pelatihan, dan menghubungkan masyarakat dengan BLK dan Disnaker,” tegas Jenderal kelahiran Makassar, 3 Desember 1971 itu.
Menurut Kombes Pol Anang Triarsono, Bhabinkamtibmas akan menjadi penghubung agar program ini tepat sasaran, tidak hanya di atas kertas, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Program “Polisi Peduli Pengangguran* ini, lanjut Kapolda, adalah implementasi dari “Polri yang Presisi dan Humanis”. Bahwa seragam polisi bukan untuk menakuti, tapi untuk merangkul. Bahwa kantor polisi bukan hanya tempat lapor kejahatan, tapi tempat mencari jalan keluar dari kesulitan hidup.
“Polda Sulsel tidak ingin hanya menjaga wilayah tetap aman. Kami ingin memastikan masyarakatnya sejahtera. Karena keamanan yang sejati lahir dari perut yang kenyang, dari keterampilan yang dimiliki, dan dari rasa bahwa negara hadir untuk mereka,” pungkas Kapolda.
Komitmen ini akan terus diperkuat Polda Sulsel bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Demi Sulsel yang bukan hanya kondusif, tapi juga bermartabat dan berdaya.”-(Red)”
Laporan : Sari Setia Wati.S.E.

















