GOWA – Makassarglobal.com-” Kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Di Dusun Biring Balang, Desa Tanabangka, Kecamatan Bajeng Barat,
Kabupaten Gowa, semangat kebersamaan justru tumbuh dari hal sederhana: warga turun tangan bersama membersihkan drainase demi menjaga lingkungan dan kenyamanan kampung.
Minggu, 30 Agustus 2026, suasana Dusun Biring Balang tampak berbeda. Sejumlah warga, mulai dari orang tua hingga anak muda, laki-laki maupun perempuan, terlihat bahu-membahu melakukan kerja bakti membersihkan saluran drainase yang mulai dipenuhi material dan endapan tanah.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Dusun Biring Balang, Abdul Kadir Dg. Ngawing. Dengan semangat gotong royong, warga bergantian mengangkat material yang menutup saluran air, menggali endapan, serta membersihkan bagian-bagian drainase agar kembali berfungsi dengan baik.
Tidak ada sekat dalam kegiatan tersebut.
Semua ikut mengambil bagian. Ada yang membawa sekop, ada yang mengangkut material menggunakan gerobak, sementara sebagian warga lainnya membersihkan lingkungan sekitar.
Gotong royong pun berubah menjadi ruang kebersamaan—ketika warga tidak hanya membersihkan drainase, tetapi juga merawat rasa memiliki terhadap kampung tempat mereka tinggal.
Antisipasi Musim Hujan
Kerja bakti ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan yang sewaktu-waktu dapat datang dengan intensitas tinggi.

Drainase yang dipenuhi endapan dan material dikhawatirkan dapat menghambat aliran air. Karena itu, warga memilih bergerak lebih awal sebelum hujan deras datang.
Di tengah kesibukan warga, hadir pula H. Mukhtar Ninra, yang menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Bajeng Barat sekaligus Penjabat Kepala Desa Tanabangka. Kehadirannya didampingi Muh. Yusuf Siriwa, Imam Desa Tanabangka.
Kehadiran keduanya turut menambah semangat warga yang sedang bekerja.
Menurut H. Mukhtar Ninra, menjaga kebersihan drainase bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat.
“Pemeliharaan drainase sangat penting. Selain menjaga bangunan drainase yang telah dibangun menggunakan anggaran negara, kebersihan saluran juga harus diperhatikan agar aliran air rumah tangga tetap lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, drainase yang terawat juga dapat membantu mengurangi genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.
Karena itu, menurutnya, kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan memiliki dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, termasuk dalam upaya mencegah penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti demam berdarah dengue (DBD).
“Kita tidak boleh menunggu sampai terjadi genangan atau muncul korban. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan kita sendiri,” katanya.
Merawat Drainase, Merawat Kampung
Kerja bakti di Dusun Biring Balang bukanlah kegiatan seremonial semata. Kegiatan tersebut disebut sebagai agenda rutin yang dilakukan warga untuk menjaga fasilitas lingkungan agar tetap berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Drainase yang dibangun melalui anggaran pemerintah, kata Mukhtar, tentu membutuhkan perhatian dan pemeliharaan bersama.
Sebab, sebaik apa pun sebuah fasilitas dibangun, tanpa kepedulian masyarakat untuk merawatnya, manfaatnya perlahan dapat berkurang.

Apa yang dilakukan warga Biring Balang hari itu menjadi gambaran sederhana bahwa pembangunan bukan hanya tentang membangun sesuatu, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menjaga dan merawatnya bersama-sama.
Di bawah terik matahari, tangan-tangan warga terus bekerja. Tanah dan material yang sebelumnya menutup saluran perlahan disingkirkan.
Tak ada panggung, tak ada tepuk tangan.
Yang ada hanyalah semangat kebersamaan.
Sebab bagi warga Biring Balang, menjaga kebersihan drainase bukan sekadar membersihkan saluran air.
Ini adalah cara sederhana untuk menjaga rumah, menjaga kesehatan, dan menjaga kampung tetap nyaman bagi semua.Tandanya.-“(Red)” -.MZ.NA.
Laporan : Redaksi
















