Bukan Sekedar Bersih – Bersih, Warga Dusun Rengga Bangkitkan Semangat Gotong-royong.

Dari tangan warga, tumbuh kepedulian. Dari kebersamaan, lahir kekuatan untuk membangun kampung.

Gowa -Makassarglobal.com.-“Pembangunan sebuah wilayah tidak selalu dimulai dari proyek besar. Terkadang, ia tumbuh dari langkah sederhana: warga turun bersama, mengangkat alat kerja, membersihkan lingkungan, dan bekerja tanpa menghitung siapa yang paling banyak berbuat.

Semangat itulah yang terlihat di Dusun Renggang, Desa Tanabangka, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Selasa (1/9/2026).

oplus_1024

Warga melaksanakan kerja bakti secara gotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut dimotori oleh Hasbullah Dg Ngewa, selaku Kepala Dusun (Kadus) Renggang Desa Tanabangka.

Di tengah kesibukan masing-masing, warga menyempatkan diri untuk turun langsung bergandengan tangan menyelesaikan pekerjaan bersama.

Tidak ada sekat antara siapa yang memimpin dan siapa yang dipimpin.

Semua mengambil bagian sesuai kemampuan.

oplus_1024

Bagi masyarakat Dusun Renggang, kerja bakti bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan. Lebih dari itu, gotong royong menjadi ruang untuk merawat hubungan sosial dan menumbuhkan kembali rasa memiliki terhadap kampung tempat mereka tinggal.

Hasbullah Dg Ngewa menunjukkan bahwa seorang kepala dusun bukan hanya bertugas berada di belakang meja.

Kepemimpinan di tingkat masyarakat justru diuji dari seberapa dekat seorang pemimpin mampu hadir bersama warganya.

Ketika pemimpin turun langsung dan masyarakat ikut bergerak, pekerjaan yang berat menjadi ringan. Yang sebelumnya mungkin sulit diselesaikan seorang diri, menjadi mudah ketika dikerjakan secara bersama-sama.

Semangat tersebut menjadi pesan penting bagi generasi sekarang: kemajuan kampung bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan partisipasi masyarakat.

Gotong royong juga mengajarkan sesuatu yang sederhana namun sangat kuat—bahwa sebuah lingkungan yang baik tidak lahir hanya dari fasilitas, tetapi dari masyarakat yang peduli untuk menjaganya.

oplus_1024

Apa yang dilakukan warga Dusun Renggang mungkin terlihat sederhana. Namun dari kegiatan sederhana itulah nilai kebersamaan terus diwariskan.

Sebab kampung yang kuat bukan hanya dibangun dengan material dan anggaran, tetapi juga dengan persatuan, kepedulian, dan tangan-tangan warga yang mau bekerja bersama.

Hari ini mereka membersihkan lingkungan. Namun sesungguhnya, mereka sedang merawat sesuatu yang jauh lebih besar: semangat persaudaraan dan budaya gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat.

Dusun Renggang bergerak bersama. Dari gotong royong, kebersamaan tumbuh. Dari kebersamaan, kampung menjadi kuat. “(Red)”.M.Z.N.A.

Sumber : ABD.Kadir. A.
Laporan : Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *