lima rumah di Desa Borikamase Kecamatan Maros Baru di Terjang angin kencang

Maros,-makassarglobal.com.-“Curah Hujan Dan Angin Kencang Melanda Kabupaten Maros Sulsel Akibat Cuaca Ekstrem hujan lebat di iringi angin kencang membuat warga panik. dan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan.

Dari pantauan dua srukandi media ini di sekitar wilayah kabupaten maros, di dua dusun Desa Borikamase Kecamatan Maros Baru terdapat 5 buah rumah milik warga mengalami rusak parah akibat di terjang angin. Pada.minggu.11 januari 2026.

Peristiwa Naas tersebut terjadi sekitar pukul 07.25 WITA. Intensitas Angin kencang yang di petkirakanmencapai 60-70 kilometer per jam. Sehingga mengakibatkan 5 buah rumah milik warga dua dusun, yaitu Dusun Lekoala dan Dusun Padangassitang mengalami rusak parah.

Menurut Keterangan dari warga, setempat bahwa hujan dan angin kencang yang berkekuatan cukup besar terjadi selama kurang lebih dua jam, mulai pukul 07.25 hingga sekitar pukul 09.30 WITA. “Dan Saat itu kami baru saja menyelesaikan shalat Subuh, tiba-tiba langit menjadi sangat gelap dan angin mulai bertiup kencang disertai hujan deras dan kami mendengar suara sangat keras. Tak lama kemudian kami mendengar bunyi retakan dari atap rumah dan melihat sebagian atap mulai terlepas,” ujar Salemma, salah satu pemilik rumah yang terkena dampak.

Selain kerusakan pada struktur rumah, beberapa fasilitas umum di sekitar lokasi kejadian juga mengalami kerusakan, seperti pagar pembatas jalan desa yang roboh, beberapa pohon besar tumbang menyilang jalan, serta saluran drainase yang tersumbat akibat puing-puing dan sampah yang terbawa angin. Kondisi ini sempat menyebabkan akses jalan menuju dua dusun tersebut terhalang selama kurang lebih satu jam sebelum petugas dari dinas pekerjaan umum serta relawan masyarakat membersihkan jalur.

Kanit Binmas Polsek Lau Polres Maros, Muhlis, membenarkan adanya kejadian angin kencang di wilayah Maros Baru. Segera setelah menerima laporan dari warga pada pukul 07.35 WITA, ia langsung memerintahkan personil untuk turun ke lokasi kejadian guna melakukan dokumentasi serta memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah. “Kami segera mengirimkan tim untuk mengecek kondisi lapangan, membantu evakuasi barang berharga dari rumah yang rusak, serta mendata seluruh kerusakan yang terjadi untuk dilaporkan ke tingkat kabupaten,” jelas Muhlis.

Personil Polsek Lau juga menyampaikan rasa bela sungkawa kepada seluruh korban dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca saat ini yang masih tidak stabil. Mereka juga memberikan arahan kepada warga untuk memperkuat struktur atap rumah, membersihkan saluran drainase secara berkala, serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat tanda-tanda cuaca ekstrem muncul. “Kami mengucapkan bela sungkawa atas musibah yang terjadi. Mohon kepada seluruh warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi seperti BMKG atau website pemerintah kabupaten agar dapat melakukan antisipasi yang tepat,” ujar Brigadir Joni, salah satu personil yang berada di lokasi.

Setelah kejadian, tim gabungan dari Dinas Sosial Kabupaten Maros, Dinas Pekerjaan Umum, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros juga segera melakukan penilaian kerusakan di lapangan. Kepala Seksi Bantuan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Maros, Andi Saputra, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan awal dan akan segera menyiapkan bantuan darurat berupa paket sembako, selimut, serta perlengkapan kebersihan bagi korban. “Kami telah melakukan verifikasi terhadap setiap rumah yang terkena dampak dan akan segera menyalurkan bantuan darurat dalam waktu 24 jam ke depan. Selain itu, kami juga akan mengevaluasi kebutuhan perbaikan rumah agar dapat memberikan bantuan bahan bangunan sesuai dengan tingkat kerusakan,” ujarnya.

Berikut adalah rincian pemilik rumah korban beserta perkiraan kerugian yang ditimbulkan:

1. Salemma (Dusun Lekoala): Atap rumah terbuat dari genteng beton lepas sekitar 30% bagian, kerugian sekitar ±Rp4.000.000 (empat juta rupiah). Beberapa barang elektronik seperti TV dan kipas angin di dalam rumah juga terkena cipratan air hujan dan mengalami kerusakan.

2. Muhlis (Dusun Lekoala): Atap rumah lepas dan sebagian besar terbawa angin hingga sekitar 10 meter jauhnya, kerugian sekitar Rp3.000.000 (tiga juta rupiah). Bagian dinding belakang rumah juga mengalami retakan akibat benturan material atap yang terlempar oleh angin.

3. Abdullah (Dusun Padangassitang): Atap rumah rusak dan sebagian komponen rangka atap terbawa angin, kerugian sekitar Rp1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah). Ruang tamu dan kamar tidur utama terkena genangan air hingga ketinggian sekitar 10 sentimeter.

4. Saenab (Dusun Padangassitang): Atap seng rusak dengan sekitar 15 lembar seng terlepas dan bengkok, kerugian sekitar Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah). Warga telah melakukan perbaikan sementara dengan menggunakan terpal untuk mencegah masuknya air hujan ke dalam rumah.

5. Nadjamuddin (Dusun Padangassitang): Atap rumah rusak parah dengan hampir 80% bagian atap terlepas, kerugian diperkirakan mencapai Rp5.000.000 (lima juta rupiah). Keluarga saat ini harus tinggal sementara di rumah saudara yang berada di sekitar lokasi karena tempat tinggal mereka tidak layak huni dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.

Dengan total perkiraan kerugian mencapai sekitar Rp14 juta, warga sangat berharap pemerintah Kabupaten Maros dapat segera memberikan bantuan kepada korban serta mengambil langkah antisipasi bagi wilayah sekitar yang kini berada dalam zona rawan cuaca ekstrem. Mereka juga mengusulkan agar pemerintah dapat melakukan pembenahan infrastruktur drainase yang sudah lama tidak terawat dan memasang pagar penahan angin di beberapa titik yang dianggap rawan.

Selain itu, BMKG Stasiun Makassar juga mengeluarkan peringatan dini bahwa wilayah Kabupaten Maros termasuk dalam zona yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem hingga tanggal 15 Januari 2026 mendatang akibat aktivitas siklon tropis yang berkembang di wilayah Samudra Hindia bagian barat daya Indonesia. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi terbaru mengenai kondisi cuaca dan tetap siap siaga menghadapi kemungkinan terjadinya hujan lebat, angin kencang, serta banjir bandang di beberapa wilayah dataran rendah.
Ujarnya. ” Red.

Laporan : Sari Setiawati S.E.
HJ.Diana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *