Gowa,-makassarglobal.com.-“Suasana Di Rumah Duka Masih Menyelimutinya Keluarga Besar Muh.Yusuf Siriwa Imam Desa Tanabangka,Dan MZ.Nurdi Achmad Wakil Ketua DPD.JOIN Gowa Juga Selaku Pimpinan Redaksi Tabloid dan Online Media Makassar Global.yang Tak.lain mantu kemanakan dari Almarhum .Saparuddin Dg Ngerang 70 Tahun. Yang meninggal Duniadi Rumah sakit Faisal Makakassar, sekira 12:30 Pada Rabu,07/01/2026.

Hadir Dalam Acara Tazia. Sanak saudara handai tolan, ada beberapa tokoh penting,yakni Aiptu.Pol.H.Jainuddin Sitaba. Serda.Sarif Dari Kodim 1420 .Sidrap.H.Syamsuddin S.E.M.E.Dg Sijaya Ketua BPD desa Tanabangka. Muh.Ridawan.S.P.i.Sekertaris Desa Tanabangka. Serta seluru Aparat Desa dan sejumlah tokoh masyarakat desa tanabangka.Pada Kamis.08/01/202

Dalam isi Ceramahnya H.Yahya Menyampaikan Renungan hikmah bahwa kehadiran kita di rumah duka malam ini bukan hanya mengikuti dan mendengar Cerarmah tapi kehadiran kita di malam ini kita berbagi duka dan dan mempererat tali silaturahmi dengan sanak saudara keluaga kita yang selama ini jarang kita bertemu dan berkumpul bersama maka dengan momen duka ini kita saling tegur sapa sebagai wujud kebersamaan dalam ke kelurgaan untuk memberi semangat dan menanam kekuatan kepada keluarga yang sedang ketimpah musibah duka. Pungkasnya.

Almahum semasa hidupnya di kenal adalah sosok orang yang sangat berbudi luhur beliau juga seorang yang di percayakan sebagai Imam dusun renggang yang selalu membangun dan mengingatkan kira lewat lantunan ayat ayat suci Alquran ia mengaji bersholawat Setia tuba waktu Salat mulai subu.lohor asar magrib isah. Terkadang ia bertindak selaku muhajirin.dan tak jarang ia juga bertidak selaku inam rawatib. Untuk mengisi waktu kisong almarhum juga menekuni membuat batu merah untuk membiayai kebutuhan rumah tangganya,Paparnya.

Dalam bincang lepas bersama Prof. DR .H.Yahya Ia mengemukakan tetang keseharian Almarhum yang ia tau bahwa Alamarhum semasa hidupnya.sosok yang bekerja untuk ibadah. Di sela selah kesibukan membuat batu merah Almarhum selalu menanti waktu Salat. begitupun ia tidur ketika menjelang subu ia bangun dan langsung menuju masjid dan iangsung mengaji hingga tiba waktu salat.Subuh seperti kata orang bijak mengatakan bahwa harimau mati tinggalkan belangnya, gaja nati tinggalkan gading almarhum meninggal tinggal kesan moral yang tak dapat terlupakan dan kini almarhum telah pergi memenuhi janji sucinya dan kepada keluarga di harap untuk ikhlas kepergiannya dan sabar dalam ujian nyata yang berikan oleh allah swt. Di akhir acara di tutup dengan berdoa bersama untuk mengiringi kepergiannya.dengan harapan agar kiranya Allah dapat mengampuni dari segala hilaf dan dosanya,serta di terima seluru bekal amal ibadahnya. Tutupnya.”Red.






