Kades Borimatangkassa Tak Tinggalkan Cangkul, Ketahanan Pangan Dimulai dari Belakang Rumah

Gowa- makassarglobal.com.-“Jabatan kepala desa ternyata tidak membuat Ahmad Sikki meninggalkan dunia yang sejak lama menjadi bagian dari kehidupannya. Di tengah kesibukannya melayani masyarakat, Kepala Desa Borimatangkassa, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, tetap turun ke lahan dan menanam sayuran sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan.

Di belakang rumahnya, Ahmad memanfaatkan lahan berukuran sekitar 12 x 17 meter untuk ditanami berbagai jenis sayuran. Salah satunya sawi hijau yang hanya membutuhkan waktu sekitar 20 hari hingga siap dipanen. Pada Minggu, 13 September 2026, hasil tanaman tersebut mulai memasuki masa panen.

Bagi Ahmad, aktivitas bertani bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang. Sebelum dipercaya masyarakat menjadi kepala desa, dirinya memang telah lama berprofesi sebagai petani sekaligus pemasok sayuran untuk sejumlah restoran di Kota Makassar, bahkan beberapa restoran di Jakarta.

“Walaupun saya dipercaya dan dipilih warga Borimatangkassa menjadi kepala desa, saya tidak meninggalkan profesi sebagai petani dan pemasok sayur. Kegiatan itu tetap saya jalankan,” jelas Ahmad kepada media ini.

Menurutnya, kesibukan sebagai kepala desa tidak boleh menjadi alasan untuk menjauh dari kehidupan masyarakat maupun meninggalkan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghidupan. Ia mengaku tetap berusaha membagi waktu antara pelayanan pemerintahan, masyarakat, pertanian, dan usaha yang dijalankannya.

oplus_1024

“Siang di kantor, sore ke ladang, malam mengunjungi warga,” ungkapnya, menggambarkan pola kesehariannya sebagai kepala desa.

Ahmad mengatakan, dirinya berusaha meluangkan waktu pada hari Sabtu dan Minggu untuk mengelola lahan pertanian. Sementara pada hari kerja, waktunya lebih banyak digunakan untuk menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baginya, menjadi kepala desa bukanlah sebuah kebanggaan untuk merasa sebagai penguasa, melainkan amanah yang diberikan masyarakat. Karena itu, seorang kepala desa harus tetap dekat dengan warganya dan mengetahui secara langsung keadaan serta persoalan yang mereka hadapi.

“Jabatan kepala desa bukan untuk kebanggaan sebagai penguasa. Jabatan ini adalah amanat dari warga. Karena itu saya harus tetap hadir dan mengetahui kondisi masyarakat,” tegasnya.

Dari lahan sederhana di belakang rumahnya, Ahmad seolah ingin menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari program besar dan lahan yang luas. Kadang, gerakan itu justru dapat dimulai dari halaman rumah sendiri—dengan tanah yang digarap, sayuran yang ditanam, dan keteladanan seorang pemimpin yang tetap mau turun ke ladang.”(Red)” MZ.NA.

Laporan : Redaksi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *