Jakarta-makassarglobal.-“Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal masyarakat yang masih menggunakan kendaraan berbahan bakar bensin memantik pertanyaan yang lebih besar: ketika harga, pasokan, dan akses BBM menjadi persoalan sehari-hari, siapa sebenarnya yang harus menanggung bebannya?
Di satu sisi, pemerintah terus mendorong masyarakat untuk mengikuti arah kebijakan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Namun di sisi lain, kendaraan berbahan bakar bensin masih menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas jutaan masyarakat, terutama pekerja, petani, pedagang kecil, pengemudi dan masyarakat di daerah.
Kalimat “kalau masih pakai motor bensin, rasain sendiri”, sebagaimana ditampilkan dalam materi tersebut, menjadi menarik ketika ditempatkan dalam realitas masyarakat yang belum memiliki banyak pilihan transportasi maupun sumber energi alternatif.
Persoalannya bukan sekadar bensin atau motor. Persoalannya adalah daya beli dan pilihan. Tidak semua rakyat memiliki kemampuan untuk seketika mengganti kendaraan atau beralih ke teknologi baru. Bagi sebagian masyarakat, sepeda motor bukan simbol kemewahan, melainkan alat untuk mencari nafkah.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah dituntut tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi juga memastikan ketersediaan BBM, kestabilan harga, serta akses energi yang adil.
Sebab, kebijakan energi pada akhirnya tidak boleh berhenti di atas podium dan meja rapat, tetapi harus terasa manfaatnya sampai ke jalan-jalan kecil tempat rakyat menggantungkan kehidupan.
Jurnalisme independen tidak bertugas menjadi pengeras suara pemerintah maupun corong oposisi.
Tugasnya sederhana: mempertemukan pernyataan dengan kenyataan. Jika pemerintah mengatakan kondisi terkendali, rakyat berhak melihat buktinya. Jika ada kebijakan baru, rakyat berhak mengetahui siapa yang diuntungkan dan siapa yang harus menanggung konsekuensinya.
Pertanyaan akhirnya: ketika rakyat diminta “merasakan sendiri”, apakah negara juga siap ikut merasakan beban yang mereka tanggung? “(Red).MZ.NA.
Laporan : Tim Media.


















