Makassar.-makassarglobal.com.-“Semangat membangun peradaban melalui syiar Islam kembali diwujudkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hj. Ida Susanti Ilyas di Jalan Harimau No. 22, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Makassar.
Prosesi yang berlangsung penuh khidmat ini menjadi awal dari hadirnya sebuah rumah ibadah yang diharapkan menjadi pusat pembinaan keimanan, persaudaraan, dan kemaslahatan bagi masyarakat.
Pembangunan masjid tersebut dilaksanakan oleh CV. Amir Desain by CV. Amir atas prakarsa dan pembiayaan dari H. Muh. Ilyas, yang memiliki komitmen kuat untuk terus menghadirkan manfaat bagi umat melalui pembangunan sarana ibadah.
Acara peletakan batu pertama dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Lurah Maricaya, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat yang menyambut pembangunan masjid ini dengan penuh rasa syukur dan antusias.

Dalam sambutannya, H. Muh. Ilyas menyampaikan bahwa pembangunan masjid tersebut lahir dari panggilan hati dan keinginan untuk memberikan manfaat yang terus mengalir bagi masyarakat.
“Saya membangun masjid ini betul-betul dari hati nurani dan untuk masyarakat. Alhamdulillah, ini adalah masjid ketiga yang saya bangun. Yang pertama berada di Kecamatan Lembang,
Kabupaten Pinrang, dan yang kedua juga berada di kecamatan yang sama. Semoga masjid ini menjadi tempat ibadah yang makmur, membawa keberkahan, serta menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ungkapnya.
Bagi H. Muh. Ilyas, membangun masjid bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, melainkan menanamkan nilai-nilai keimanan yang akan terus hidup melalui setiap lantunan ayat suci, setiap sujud, doa, dan aktivitas keagamaan yang berlangsung di dalamnya.
Masjid Hj. Ida Susanti Ilyas diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus ruang pembinaan generasi, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi tempat lahirnya berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Kelurahan Maricaya dan sekitarnya.
Prosesi peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya pembangunan sebuah rumah Allah yang diharapkan segera rampung. Kehadirannya kelak bukan hanya menjadi ikon religius di kawasan tersebut, tetapi juga menjadi warisan kebaikan yang pahalanya terus mengalir sebagai amal jariyah bagi para donatur dan seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam pembangunannya,
Tandasnya.
Laporan : Sarisetiwati.SE./Hj Diyana.
Editor. : MZ.Nurdi Achmad.















