“Tabrakan Adu Banteng Di Poros Galesong Limbung 3 Orang Luka Luka 1 di Rujuk Ke Rumah Sakit Bayangkara Makassar”

Takalar-Makassarglobal.com.-“Kecelakaan lalu lintas adu banteng kembali terjadi di Jalan Poros Galesong-Limbung, Dusun Jempang, Desa Kalukuang, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.

Peristiwa itu terjadi pada *Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 19.30 WITA”, dan telah resmi tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: “LP/A/275/X/2026/SPKT.SATLANTAS/POLRES TAKALAR/POLDA SULSEL”, tanggal 24 Oktober 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan saksi-saksi, kecelakaan melibatkan dua sepeda motor yang bergerak dari arah berlawanan.

Sepeda motor *Yamaha Bison DD 3472 AB’yang dikendarai oleh “Syamsir Dg. Ngimba” berboncengan dengan “Rahmatia”, bergerak dari arah Timur ke arah Barat.

Dari arah berlawanan, sepeda motor “Yamaha Fino DD 5309 VJ” yang dikendarai oleh *Abrisal* berboncengan dengan *Harianto*, bergerak dari arah Barat ke arah Timur.

Kedua kendaraan kemudian bertabrakan di TKP. Benturan keras tak terhindarkan. Kedua motor mengalami kerusakan materil, dan para pengendaranya terhempas ke aspal.

“Kondisi Korban”

“1. Syamsir Dg. Ngimba”
Mengalami luka lecet pada siku tangan kanan, dan sakit pada dada sebelah kanan. Mendapat penanganan medis di Puskesmas Galesong, Kab. Takalar.

“2. Rahmatia”
Mengalami luka paling serius. Luka robek pada kepala bagian belakang, dan lecet pada lutut sebelah kanan. Dirujuk dan mendapat penanganan medis di RS Bhayangkara Kodja Makassar.

“3. Abrisal”
Mengalami luka robek pada kepala bagian belakang, dan lecet pada punggung tangan kanan. Mendapat penanganan medis di Puskesmas Galesong, Kab. Takalar.

Surat keterangan ini ditandatangani di Takalar, 24 Oktober 2026, a.n. Kepala Satuan Lalu Lintas, oleh Bripka NRP. 86081672.

“Pelajaran Yang Menusuk Dari Jempang”

Jalan Poros Galesong-Limbung ini memang jalan yang ramai, apalagi malam hari.

Pukul 19.30 WITA itu waktu yang paling rawan. Lampu mulai gelap, mata mulai lelah, dan jalan yang terlihat sepi sering membuat kita lengah dan menambah kecepatan.

Tabrakan adu banteng seperti ini hampir selalu diawali dari hal sepele: sedikit mengambil jalur lawan, sedikit kurang fokus, sedikit terlalu percaya diri.

Padahal, di jalan, “sedikit” itu bisa berarti kepala robek, dada sakit, dan satu keluarga yang menunggu cemas di rumah sakit.

“Nasehatnya sederhana tapi harus didengar:”

Jangan pernah merasa jalan itu milik kita sendiri. Jalan itu milik bersama. Sedikit saja kita masuk ke jalur orang, nyawa orang lain jadi taruhannya.

Kalau malam, pelankan laju. Nyalakan lampu. Pakai helm. Jangan memaksakan diri menyalip kalau ragu.

Ingat, di rumah ada yang menunggu kita pulang dengan selamat, bukan pulang dengan nama kita tertulis di surat keterangan kecelakaan.

Kita doakan semoga Syamsir Dg. Ngimba, Rahmatia, dan Abrisal segera pulih. Khusus untuk Rahmatia yang dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar, semoga diberi kesembuhan dan keluarga diberi kekuatan.

Dan semoga kejadian di Dusun Jempang ini menjadi peringatan terakhir, bukan sekadar berita yang lewat lalu dilupakan.”- (Red)”-

Laporan : Tim Media.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *