Gowa-makassarglobal.com.-“Di saat Gowa sedang mencari titik tenangnya pasca transisi kepemimpinan, satu nama kini menguat dan sulit dibantah: “Hj. Rismawati Kadir Nyampa, ST, M.H.”

Ketua DPC Partai Demokrat Gowa ini bukan sekadar masuk bursa. Ia kini dinilai sebagai “figur paling pas, paling siap, dan paling dibutuhkan” untuk mendampingi Bupati Definitif “Darmawangsyah Muin” sebagai Wakil Bupati Gowa.
Bukan karena popularitas semata. Tetapi karena Gowa hari ini tidak butuh figur coba-coba. Gowa butuh penyeimbang. Gowa butuh pemersatu. Dan semua itu ada pada sosok Rismawati.
Rismawati bukan pendatang baru di panggung politik Gowa. Ia adalah mantan Anggota DPRD Sulawesi Selatan, legislator Demokrat asal Bajeng yang terbukti loyal pada rakyatnya. Di tangannya, Demokrat Gowa berhasil menjadi salah satu kekuatan utama di parlemen. Ia bukan hanya politisi, ia adalah pekerja politik yang paham medan, paham anggaran, dan paham rakyat.

Yang membuat pasangan ini semakin tak terbantahkan adalah *chemistry yang sudah terbangun sejak lama.* Jauh sebelum Pilkada Gowa 2024, Rismawati pernah menjadi calon Wakil Bupati mendampingi Darmawangsyah Muin (DM). Visi itu sempat tertunda, karena DM akhirnya berpasangan dengan Husniah Talenrang. Kini, takdir politik seolah membuka kembali jalan itu — dan kali ini, jalan itu terasa jauh lebih tepat.
Untuk mengunci stabilitas pasca transisi, Rismawati menawarkan tiga kekuatan utama yang tidak dimiliki figur lain:
“1. Pengalaman Legislatif dan Jaringan Kuat.”
Sebagai mantan Anggota DPRD Sulsel dan Ketua Kaukus Perempuan Parlemen, Rismawati paham betul mekanisme penganggaran, pengawasan, dan sinergi eksekutif-legislatif. Pasca transisi, Gowa tidak boleh tersendat hanya karena miskomunikasi antara Bupati dan DPRD. Rismawati adalah jembatan itu.
“2. Representasi Perempuan dan Akar Rumput.”
Lahir di Bajeng, Gowa. Besar bersama rakyat. Aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Rismawati menghadirkan wajah perempuan Gowa yang tegas, merakyat, dan dekat dengan basis konstituen. Ia bukan figur menara gading, ia figur yang turun ke lorong-lorong rakyat.

“3. Figur Penyeimbang dan Pemersatu.”
Di saat Gowa membutuhkan rekonsiliasi politik pasca dinamika pemberhentian bupati, Gowa tidak butuh figur yang menambah panas. Gowa butuh figur yang diterima semua faksi, tidak konfliktif, dan mampu mengimbangi kepemimpinan Darmawangsyah Muin agar pemerintahan lebih inklusif, dingin, dan stabil.
Dengan komposisi “Darmawangsyah Muin – Rismawati Kadir Nyampa”, Gowa diyakini akan kembali solid. Tidak lagi sibuk dengan gejolak, tetapi fokus pada yang paling penting: pelayanan publik yang cepat, percepatan pembangunan yang nyata, dan menjaga Gowa sebagai daerah yang aman, kondusif, dan bermartabat bagi semua.
Karena itu, desakan ini semakin bulat: *DPRD Kabupaten Gowa diminta mempertimbangkan secara serius figur Rismawati Kadir Nyampa sebagai Wakil Bupati Gowa definitif.” Demi mengawal stabilitas pemerintahan hingga akhir masa jabatan 2024-2029.
Gowa sudah cukup bergejolak. Kini saatnya Gowa dikunci dengan figur yang tepat. Dan figur itu adalah Rismawati Kadir Nyampa.”-(Red)”-MZ.NA.
Laporan : Tim.Media.

















