Oknum Kadishub Wua Wua Kendari Sombong Klaim Jalan Miliknya Sendiri, Bikin Resah Sopir Shopee Oleh Redaksi –

Kendari,-makassarglobal.com.-“ Sosok oknum Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Wilayah Wua Wua Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menampilkan sikap yang sombong dan arogan terhadap para sopir angkutan Shopee yang melintasi jalan raya di wilayahnya. Perilaku yang seharusnya tidak dimiliki seorang pejabat publik ini tercatat jelas dalam rekaman yang diambil oleh awak mobil box yang menyaksikannya Sabtu (27/12/2025).

Dalam rekaman tersebut, oknum yang mengaku sebagai Kadishub Wua Wua dengan tegas menyatakan bahwa jalan raya di wilayahnya adalah milik pribadinya dan dialah yang berkuasa di sana. Sikap angkuhnya semakin terlihat ketika ia menyudutkan para sopir yang berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel), dengan mengatakan: “Kalian bayar pajak di Sulawesi Selatan, tapi merusak jalan di Kendari.” Kata-kata yang tidak berdasar ini langsung memicu kemarahan para sopir yang sedang menjalankan tugas sebagai sopir shopee.

Tidak puas dengan tuduhan semata, oknum tersebut bahkan mengajukan pertanyaan yang absurd dan merendahkan martabat: “Apakah shopee itu manusia dan mana nomor HP-nya? Kalian nelpon sekarang!” Tanggapan para sopir yang tenang namun tegas – “Kami ini manusia sopir, kalau bapak mau ketemu, silakan datang ke kantor kami di Makassar” – justru semakin mempermalukan sikap sombong pejabat yang seharusnya mengayomi.

Perilaku yang tidak sesuai dengan kedudukan dan prosedur ini adalah bukti nyata bagaimana jabatan publik disalahgunakan sebagai alat untuk merasa “penguasa”. Seorang pejabat yang seharusnya memberikan arahan dan pelayanan kepada masyarakat justru malah membuat resah dan merendahkan warga yang membutuhkan akses jalan raya. Ini bukanlah gambaran pejabat yang bertanggung jawab dan memiliki integritas.

Melalui berita ini , kami menyampaikan panggilan tegas kepada Menteri Perhubungan Republik Indonesia untuk segera mengambil tindakan tegas: copot segera oknum Kadishub Wua Wua Kota Kendari ini dari jabatannya! Perilaku yang merusak citra pemerintah dan menimbulkan ketegangan antar warga dari dua provinsi tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi.

Kita tidak bisa membiarkan ucapan yang mengumbar kebencian seperti ini menyebar. Jika memang oknum tersebut benar-benar berpendapat bahwa mobil dari Sulsel tidak boleh melintasi di Sultra karena “merusak jalan”, maka ia harus berpikir ulang: banyak juga mobil dari Sultra yang beroperasi di Sulsel, bayar pajak di Sultra, dan juga menggunakan – bahkan merusak – jalan di Sulsel. Argumennya hanyalah alasan semata untuk menyudutkan.

Jika keinginannya benar-benar agar tidak ada mobil antar provinsi yang beroperasi, maka buatlah undang-undangnya secara resmi – bukan hanya dengan omongan sombong yang tidak berdasar. Undang-undang yang adil harus berlaku dua arah: jika mobil Sulsel tidak boleh ke Sultra, maka mobil Sultra juga tidak boleh ke Sulsel. Tapi apakah itu logis dan menguntungkan masyarakat? Tentu tidak.

Ucapan yang lontarkan oleh oknum Kadishub Wau Wau itu layaknya ungkapan anak-anak yang belum tahu membaca – tanpa pikiran jernih, tanpa pertimbangan dampak, dan hanya didasari emosi dan kesombongan diri. Pemerintah harus cepat bertindak untuk membersihkan lingkungan pejabat dari elemen-elemen yang merusak, agar kepercayaan masyarakat kepada lembaga negara tidak terus menurun.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait dari Kadishub kendari

LABELDishub KendariKadishub KendariKementerian perhubungan Indonesia Wua Wua Kendari

Pewarta.Tim Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *