Gowa-makassargolbal.com.-“Krisis kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang sudah berlangsung dua bulan teruskan membebani masyarakat Kabupaten Gowa. Harga di tingkat pengecer melambung jauh dari harga wajar, bervariasi tiap kecamatan, dan membebani rumah tangga yang membutuhkannya sehari-hari.
Berikut gambaran harga yang berlaku di lapangan:
– Desa Moncong Balang, Kecamatan Barombong → Rp38.000 per tabung
– Kecamatan Bajeng → Rp35.000 hingga mencapai Rp60.000 per tabung
– Kecamatan Bajeng Barat → Rp35.000 hingga Rp40.000 per tabung
Angka-angka ini jauh melampaui harga yang seharusnya. Warga terpaksa merogoh kocek lebih dalam, bahkan ada yang harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain demi mendapatkan satu tabung gas.
Kepanikan terasa di mana-mana. Sudah dua bulan warga bertanya-tanya: ke mana perginya pasokan gas elpiji yang seharusnya tersalurkan ke masyarakat? Mengapa harga bisa melonjak sedemikian rupa di berbagai wilayah?
Rakyat tidak meminta kemewahan — hanya butuh kebutuhan dasar untuk memasak makanan keluarga. Kondisi ini sungguh memiriskan hati. Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan, menelusuri jalur distribusi, menindak tegas penimbunan dan permainan harga, sehingga gas kembali tersedia dengan harga yang wajar dan terjangkau, Itu Harapan Rakyat.”(****).MZ.NA.
Laporan: Redaksi


















