Di Balik Tanah yang Subur yang kaya dengan isi alamnya Tapi subur pulah Koriptor itulah negeri pertiwiku.

Dari Dapur Redaksi

Makassarglobal.com.-” Negeri Pertiwi tanah kelahiran anak bangsa dari Sabang hingga maroke  dengan jumlah penduduknya sebanyak 275 juta hidup berdampingan dan kaya dengan berbagai seni dan budaya serta berbeda ras dan etnis tapi semuanya bersaudara. Maka di ingklut jadi bineka tunggal Ika.

Negeri pertiwi kaya dengan isi alamnya.yang tidak di miliki oleh negara lain. Seperti batu bara,nickel,emas,tembaga, perak,tima,yang berada di dalam bumi.lalu di atas permukaan bumi,tumbuh dengan subur, yakni pohon kelapa, kelapa sawit, dan berbagai jenis pohon kayu yang berkualitas tinggi,dan harganya sangat fantastis.

Selai dari pepohonan negeri ini juga kaya dengan tanaman berbagai jenis rempah rempah. selain dari tumbuhan rempah rempah tumbu pula,padi jagung kacang kedelai,ubi kayu ubi jalar fanbumbi umbian yang menjadi  makanan pokok sehari hari.

Mirinya lagi hutan di di gundulin gunung dan bukit di keruk habis habisan oleh pelaku mafia yang seraka yang menciptakan tragedi dan musibah.tanah longsor banjir bandang yang meluluhkan lantangkan warga penduduk yang tak berdosa. Sementara para pelaku perambat hutan dan aksi para pelaku usaha tambang ilegal terus bereaksi.kapankah beru berakhir?. Tutup penulis penuh tanda tanya.

Tapi sayang Bumi yang kaya dengan isi alamnya. Tidak di nikmat oleh rakya kecil. Rakyat selalu bertanya mengapa hasil kekayaan alam negeri ini kita selaku rakyat kecil tidak nikmati?;

Masih terngiang sebuah sair lagu yang di bawakan okeh sala satu legendaris dari bumi cendrawasih.yan judulnya, yang kaya berpesta pora sementara si miskin menjerit. Nyaian yang menyoroti keadaan dan kondisi negeri ini.

Jujur saja yang menikmati kesejetaraan adalah para aktor penjilat dan penguasa yang merasa memiliki jabatan. Sehingga Korupror tumbuh subur dan meraja lela untuk melakukan aksinya dengan modus membangun perekonomian demi kesejahteraan rakyat tapi rakyat miskin tak pernah nikmati.

Dan Rakyat selalu di atas namakan sementara sebagian warga di pelosok desa terpencil mendapat modal usaha harus meminjam dan mengangkat kredit melalui koperasi harian yang mareka angsur tia hari, terkadang mingguan bahkan bulanan. Bila ansuran terlambat atau terjadi penunggakan maka jaminan berupa sertifikat di sita jadi milik koperasi atau bank. Itulah realita yang alami oleh warga penduduk negeri ini.bila membangkang maka debitur harus berurusan denga depcoletor. Yang tiap hari nagi tampa henti.  Dan Akhir Akhir ini telah terjadi depcolektor jadi sasaran korban jiwa serta para penagih ansuran yang jadi korban kekerasan yang di lakukan oleh segelintir Debitur.

Penulis : MZ.NURDIN ACHMAD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *