Pemkab Gowa Dukung Komitmen Presiden Prabowo Hapus Kemiskinan Ekstrem

Bupati Gowa, Husniah Talenrang, menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem tidak bisa dilakukan secara parsial atau berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus melalui sinergi dan kolaborasi lintas daerah, khususnya antar kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

MAKASSARGLOBAL.COM, GOWA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menghapus kemiskinan ekstrem secara nasional sebelum akhir masa jabatan tahun 2029. Dukungan tersebut sejalan dengan program dan kebijakan daerah yang selama ini fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penguatan sumber daya manusia.

Bupati Gowa, Husniah Talenrang, menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem tidak bisa dilakukan secara parsial atau berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus melalui sinergi dan kolaborasi lintas daerah, khususnya antar kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

“Upaya menghapus kemiskinan ekstrem tidak bisa dilakukan satu daerah saja. Ini harus dibicarakan bersama, dirumuskan bersama, dan dilaksanakan secara kolaboratif, karena persoalan kemiskinan memiliki karakteristik yang berbeda di setiap wilayah,” ujar Husniah. Selasa (13/01/2026)

Menurutnya, forum lintas daerah yang melibatkan seluruh 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyamakan persepsi dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.

“Yang dibahas di forum ini bukan hanya Kabupaten Gowa, tetapi seluruh kabupaten dan kota. Apa yang menjadi kekurangan, tantangan, dan kebutuhan masing-masing daerah disampaikan dan dicari solusinya bersama,” jelasnya.

Husniah menambahkan, pembahasan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada persoalan kemiskinan ekstrem semata, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

“Masalah kemiskinan tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan erat dengan akses pendidikan, infrastruktur, lapangan kerja, dan kualitas SDM. Karena itu, semua aspek ini harus dibahas secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Gowa menyebut kolaborasi antarwilayah akan memudahkan penentuan langkah strategis, termasuk dalam mengidentifikasi figur-figur yang memiliki kapasitas dan komitmen kuat untuk mendorong percepatan pembangunan daerah.

“Melalui sinergi ini, kita ingin memastikan pembangunan berjalan berkesinambungan, tidak hanya untuk Gowa, tetapi juga untuk Sulawesi Selatan secara keseluruhan,” tambah Husniah.

Komitmen Pemkab Gowa tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan penghapusan kemiskinan ekstrem sebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Presiden menegaskan bahwa negara harus hadir untuk mengubah nasib masyarakat yang berada pada kelompok paling rentan.

Dalam pidato peresmian 166 Sekolah Rakyat yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin, 12 Januari 2026, Presiden Prabowo menekankan pentingnya perhatian khusus kepada masyarakat yang berada pada kelompok kemiskinan ekstrem, khususnya desil satu dan dua.

“Cita-cita saya, di akhir masa jabatan saya tahun 2029, mereka yang berada di kemiskinan ekstrem, desil satu dan dua, dapat kita ubah nasibnya. Kita bisa menghilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden juga mengingatkan pentingnya rasa percaya diri sebagai bangsa dalam menatap masa depan, tanpa mengabaikan sikap rendah hati.

“Kita harus bangga dengan bukti. Rendah hati boleh, tetapi jangan rendah diri dan jangan inferior,” ujar Prabowo.

Salah satu strategi utama pemerintah pusat dalam menghapus kemiskinan ekstrem adalah melalui program Sekolah Rakyat. Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus menjadi upaya memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Setiap Sekolah Rakyat ditargetkan menampung sekitar 1.000 siswa, dengan total sasaran mencapai 500.000 murid secara nasional hingga tahun 2029. Pemkab Gowa menyambut baik program tersebut dan siap mendukung implementasinya di daerah.

“Pendidikan adalah kunci utama. Jika akses pendidikan terbuka luas dan merata, maka peluang masyarakat untuk keluar dari kemiskinan ekstrem akan semakin besar,” tutup Bupati Husniah Talenrang.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *