MakassarGlobal.com – Sebuah tradisi dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW tentang bagian dari perjalanan kerasulan Baginda Nabi Muhammad SAW tertuang dalam acara Isra’ Mi’raj di Pelita Asri, Kecamatan Pallangga, Desa Je’neTallasa, Kabupaten Gowa.
Menurut Ketua Panitia, Drs. H. Bohari, kegiatan ini dapat berlangsung dan diwujudkan berkat dukungan masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan pemerintah wilayah Desa Je’neTallasa.
Rasa kerinduan kepada Rasulullah Muhammad SAW dalam acara Isra’ Mi’raj tersebut diwujudkan melalui beberapa rangkaian kegiatan, yang dibuka dengan persembahan qosidahan oleh anggota Majelis Ta’lim Masjid Al-Muhajirin Pelita Asri, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
Dalam acara tersebut, sebagai pengantar risalah dan ceramah agama, Al-Ustaz Salahuddin Ayyubi, S.Pd., dalam tuturannya mengatakan bahwa perjalanan Isra’ Mi’raj memakan waktu hanya sekitar sepertiga malam.
Perjalanan Isra’ Mi’raj ini merupakan sebuah momentum peristiwa Rasulullah SAW menerima perintah sholat untuk disampaikan kepada kita, umatnya.
Peristiwa ini terjadi pada masa yang disebut Tahun Kesedihan, yaitu tahun di mana Rasulullah diliputi rasa sedih yang mendalam karena wafatnya istri beliau, Khadijah, kemudian disusul oleh wafatnya paman Nabi, Abu Thalib.
Perjalanan kerasulan Nabi Muhammad SAW banyak mendapat tentangan, terutama dari Abu Lahab, yang nama aslinya Abdul Uzza. Ia tidak percaya bahwa perjalanan tersebut dapat ditempuh hanya dalam waktu sepertiga malam.
Kegiatan Isra’ Mi’raj berlangsung dengan penuh khidmat dan ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustaz Salahuddin Ayyubi, S.Pd.
Doel Daeng Nai






