APPRINDO Salurkan Bantuan Kemanusiaan Lebih dari Rp500 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

Makassar Global – Aceh — Kepedulian dan solidaritas kembali ditunjukkan para pengusaha parfum Indonesia yang tergabung dalam APPRINDO (Asosiasi Pengusaha Parfum Indonesia). Di tengah musibah banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh, APPRINDO hadir memberikan bantuan langsung guna meringankan beban ribuan warga terdampak.

 

Hingga kini, dana bantuan yang dihimpun dari pedagang serta pengusaha parfum di seluruh Indonesia telah mencapai lebih dari Rp500 juta, dan jumlahnya masih terus bertambah. Antusiasme para pelaku usaha parfum dalam aksi kemanusiaan ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial tetap menjadi bagian penting dalam dunia usaha Tanah Air.

 

Turun Langsung ke Lokasi Bencana

 

Tidak hanya menggalang donasi, sejumlah anggota APPRINDO juga turun langsung ke Aceh untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran. Mereka menyusuri desa-desa terdampak, berkoordinasi dengan relawan, serta mengatur pendistribusian logistik secara langsung.

 

Para pengusaha parfum tersebut meninggalkan aktivitas bisnis demi memastikan para penyintas memperoleh kebutuhan dasar secara cepat dan merata. Kehadiran mereka disambut hangat warga yang menilai langkah tersebut sebagai dukungan moril di tengah situasi sulit.

 

Ribuan Paket Sembako Dibagikan

 

Dalam aksi kemanusiaan ini, APPRINDO menyalurkan ribuan paket sembako dan bantuan logistik kepada warga, baik melalui posko pengungsian maupun dibagikan langsung dari rumah ke rumah. Banyak warga tampak haru saat menerima bantuan tersebut, yang dinilai sangat berarti di tengah masa pemulihan.

 

Bantuan Beragam untuk Kebutuhan Mendesak

 

APPRINDO membawa sejumlah kebutuhan pokok, antara lain:

 

Beras dan bahan pangan

Air mineral

Pakaian anak-anak dan dewasa

Mukena dan perlengkapan ibadah

Paket sembako lengkap

Berbagai kebutuhan harian lainnya

 

Seluruh bantuan merupakan hasil gotong royong para pedagang parfum dari berbagai daerah di Indonesia. Semangat kebersamaan ini menunjukkan bahwa rasa kemanusiaan mampu menyatukan siapa pun, tanpa memandang profesi.

 

Masyarakat Sambut Hangat Aksi Kemanusiaan

 

Warga Aceh yang terdampak menyambut kehadiran APPRINDO dengan penuh apresiasi. Bantuan yang lengkap, cepat, dan dibagikan secara humanis menjadi penopang penting bagi masyarakat untuk bangkit, terlebih ketika akses jalan masih terputus dan ribuan rumah terendam banjir.

 

Aksi ini menegaskan bahwa dunia usaha tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membantu masyarakat ketika bencana terjadi.

 

Pernyataan Ketua Umum APPRINDO

 

Ketua Umum APPRINDO, Wendra Friadi, mengatakan bahwa organisasinya tidak bisa berpangku tangan melihat bencana besar yang terjadi di Aceh.

 

> “Sebagai organisasi yang solid, tentunya APPRINDO tidak bisa diam saja untuk menonton kejadian tersebut tanpa bertindak. Dengan ketulusan hati, kami mulai menggalang dana sejak 30 November. Alhamdulillah, hingga hari ini sudah terkumpul donasi lebih dari Rp500 juta,” ujarnya.

 

Pernyataan Ketua Panitia Penyaluran

 

Ketua panitia, Agil Usman, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan bersama relawan APPRINDO dari berbagai wilayah.

 

> “Untuk penyalurannya, kami relawan dari APPRINDO pusat bekerja sama dengan APPRINDO Sumatera Utara yang dikordinir oleh Muklis, serta APPRINDO Sumatera Barat di bawah koordinator Indra. Pada 11 Desember kami sudah mulai menyalurkan bantuan di Aceh Tamiang dan sekitarnya bersama tim Sumut. Insyaallah, pada 13 Desember kami juga akan menyalurkan bantuan di Sumatera Barat bersama APPRINDO SUMBAR,” jelas Agil Usman.

 

Pengusaha Parfum Turut Hadir di Lokasi

 

Sejumlah pengusaha parfum terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan ini, di antaranya:

Agil Alhamid (Rajawangi Makassar)

Syarif (Dobha Parfum Bogor)

Andi Juansha (Parfum Jakarta)

Faris Parfum

Muklis dan tim APPRINDO Sumut

 

Indra, Doni Satar, dan tim APPRINDO Sumbar

 

Kehadiran mereka memperkuat koordinasi penyaluran bantuan serta menjadi bukti nyata bahwa kepedulian tidak mengenal batas profesi.

 

Laporan (Red) Puang Muras 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *