Gowa, Sulsel – makassatglobal.cim.-“Sebuah seruan keras menggema dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Bukan sekadar ajakan untuk membeli produk lokal, tetapi sebuah panggilan nurani untuk berani berubah demikian kesehatan bangsa: -Berani Berubah Untuk Kesehatan, Cartridge Untuk TBC.-
Melalui gerakan ini, masyarakat diajak untuk membuka mata dan bertanya dengan jujur kepada diri sendiri: Kenapa kita takut akan perubahan? Kenapa kita tidak bangga pada produk dalam negeri? Apa karena sesuatu..???
Pertanyaan itu bukan untuk menyudutkan, tetapi untuk menyadarkan. Sebab selama ini, kita terlalu lama bergantung pada produk impor Amerika untuk cartridge TBC, padahal anak bangsa telah mampu menciptakan produk yang jauh lebih unggul.
Perbandingannya jelas dan telak. Produk impor Amerika diklaim Lebih Mahal – Hanya 2 Fungsi. Sementara -Buatan Indonesia, Produk Lokal Didukung, Lebih Murah – 3 Fungsi. – Lebih hemat anggaran, lebih banyak manfaat, lebih cepat melayani pasien TBC. Logika kesehatan dan logika ekonomi berpihak pada produk dalam negeri.
Gerakan ini menegaskan: mendukung produk lokal bukan anti-asing, tetapi pro-kemandirian. Setiap cartridge buatan Indonesia yang dipakai, berarti satu langkah maju untuk industri kesehatan nasional, satu rupiah yang tinggal di negeri sendiri, dan satu pasien TBC yang bisa terdiagnosis lebih cepat, lebih murah, dan lebih merata hingga ke pelosok desa.
Maka seruan itu kini menjadi jelas: STOP IMPOR, Dukung Produk Dalam Negeri, Majukan Kesehatan Bangsa.
-BeraniBerubahUntukKesehatan -CatridgeUntukTBC
-1. Waspadalah, Jangan Sampai Kita Menjadi Bangsa Penonton di Negeri Sendiri!
Jangan sampai kita terus menjadi penonton yang hanya bisa bertepuk tangan untuk produk bangsa lain, sementara karya anak negeri sendiri kita abaikan. Jika kita terus bangga pada impor, maka kita sedang menggadaikan masa depan industri kesehatan kita sendiri. Hari ini kita impor cartridge, besok kita impor ketergantungan, dan lusa kita tidak lagi mampu berdiri di atas kaki sendiri.
-2. Ingatlah, Setiap Rupiah Impor Adalah Peluang yang Hilang Untuk Anak Bangsa!*
Setiap cartridge impor yang kita beli dengan harga mahal, padahal produk lokal lebih murah dan 3 fungsi, adalah kerugian yang tidak boleh kita anggap sepele. Itu adalah anggaran kesehatan yang seharusnya bisa menyelamatkan lebih banyak pasien TBC, membuka lebih banyak lapangan kerja, dan menghidupkan riset anak negeri. Jangan biarkan uang rakyat mengalir keluar, sementara puskesmas kita masih kekurangan alat.
-3. Jangan Takut Berubah, Takutlah Jika Kita Tidak Pernah Berubah!*
Perubahan memang menakutkan bagi mereka yang nyaman dengan cara lama. Tetapi yang lebih menakutkan adalah ketika pasien TBC harus menunggu lama hanya karena kita takut mencoba produk buatan sendiri yang sudah terbukti lebih unggul. Berani berubah bukan berarti nekat, berani berubah berarti memilih yang lebih baik, lebih murah, dan lebih bermanfaat untuk rakyat.
-4. Awas, Rasa Tidak Bangga Pada Produk Sendiri Adalah Penyakit yang Lebih Berbahaya Dari TBC!*
TBC bisa disembuhkan dengan cartridge dan obat, tetapi penyakit mental inferior, merasa produk asing selalu lebih hebat, akan membunuh kebanggaan bangsa secara perlahan. Jika kita tidak bangga pada karya sendiri, siapa lagi yang akan membanggakannya? Jangan biarkan “karena sesuatu” menjadi alasan untuk menghambat kemajuan bangsa.
-5. Ini Peringatan Terakhir Untuk Kita Semua: Pilih Lokal atau Tertinggal!
Dunia sudah bergerak menuju kemandirian. Indonesia tidak boleh tertinggal hanya karena kita ragu pada kemampuan sendiri. Pilihlah cartridge buatan Indonesia, dukung produk lokal, selamatkan pasien TBC, dan majukan kesehatan bangsa. Sebab sejarah tidak akan mengingat siapa yang paling lama bertahan dengan impor, tetapi siapa yang paling berani berubah untuk negerinya.Tandasnya.-“(Red)”
Editor : MZ.NURDIN ACHMAD
Laporan : Redaksi.


















